Tembok pembatas seolah memisahkan masing-masing individu dengan keragaman pola pikir yang disertai dengan tindakan, baik rasional ataupun irasional, seakan-akan membungkus rapi karakter yang terselubung didalamnya, tersirat menjadi kamuflase jati diri yang sempurna. Terasa sulit mencari jalan keluar walaupun tampak di pelupuk mata jalan untuk keluar menuju kebebasan dari kabut yang menyelubungi diri sendiri membuahkan derita hati dalam jeritan seolah lolongan serigala yang mengharu biru hati menyelimuti kesedihan yang mendalam.
Posts
Showing posts with the label Menata Langkah